mati..?
dan
congkal batu karang itu pun luruh..
bersama kilas malam dan rinai tawa
yang pernah meniti hari bersulam janji
kini waktu telah menjagal jiwa
menikam tumbang kesombongan
ternyata,
mati hati hanya ilusi
dan kebahagiaan yang tak terucap,
masihlah kutukan di fajar pagi
kembali,
lantunan itu berujung elegi,
tentang sepotong hati disudut sepi,
