jejak kata

April 16, 2006

pengungsi abadi

Filed under: Saksi Mata - diksi @ 4:40 pm

Pengungsi abadi

Entah apa aku harus menamakan kalian, para pemukim..
Kuberi nama kota tapi kalian tak bercahaya
Kusebut desa tapi kalian tak bersawah
Kupanggil kau pengungsi, namun derita kalian nyaris abadi
Tenda-tenda yang dulu sahabat, kinipun telah khianat, memagut kala gelap
siang malam menusuk tulang, pagi mengikis kulit, siang memanggang kepala..

ingin ku menjadi hujan, yang membaluri tenda kalian
Namun raga tak kuasa bersenyawa
Ingin ku menjadi lilin, yang menemani alunan mimpi
Namun batin tak kuasa memimpin

Andaikan kata mampu membasuh lara
Andaikan syair mampu menggantikan bulir
Bulir padi, bulir air, dan bulir angin semilir

Ratusan kali mentari menghindari rembulan,
Air mata masih air mata, tak pernah berganti rupa mata air
Mata air kalian adalah debu pesisir, tempat raga mereka mengalir
Mereka yang hidup di lain alam, mewarta khabar tentang kelam
Kelam donya  tak selalu kelam nirwana,

Ditepian gemulai pantai, adalah mural kehidupan,
Padas batu menjulang gunung,
Saksi mati mata hati
kala raga berjuang memandu nyawa
yang tak kuasa pun dipanggilNya,
entah harus kuberi nama apa, kalian para pemukim..
dibelikat bukit kau berteman penyakit

 
banda aceh, 16 april 2006

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://diksi.blogsome.com/2006/04/16/pengungsi-abadi/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King