kerajaan batu
Surat wasiat
Dengan ini Kuwariskan padamu kerajaan batu, tempat berkomplotnya para penipu.Tapi mereka tak pernah mampu menipu Aku, karena Akulah raja tipu.
Dengan ini Kuwariskan padamu sejuta nikmat, bersama mereka, para tukang lumat. Tapi mereka tak pernah mampu melumat Aku, karena Akulah adalah raja lumat..
Di kerajaanku tak seorang pun berani berlagu, karena rakyatku selalu diam seribu.
Di kerajaanku tak seorang pun berani bertalu, karena nyawa rakyatku adalah kendaliku.
Mereka yang jelata, biarlah melata menahan celaka, meratapi petaka..
Mereka yang mulia, biarlah bertahta tiara, bermandikan cendana
Karena kerajaanku adalah kerajaan batu, tak mempan peluru apalagi sembilu,
Biarlah yang jelata diterjang peluru, mereka yang piatu, bukan ratu..
Dengan ini Kuwariskan padamu ayat-ayat dustaku, bersama mereka para pendusta. Tapi mereka tak pernah mampu mendusta Aku, karena Akulah raja dusta.
Dengan ini Kuwariskan sejuta malu, yang tak lagi ada di uratku, karena malu hanya milik mereka yang ragu…
Karena kerajaanku adalah kerajaan batu, tak ada tempat lagi buat malu, apalagi sendu
Karena sendu hanya bagi mereka yang tertatih menuju tiang pancangku, karena lidah mereka yang terlalu..
Di kerajaanku darah adalah embun, yang tiap pagi meretas di ladang kebun,
Di kerajaanku tangis adalah dendang, yang selalu melenggang dalam gendang, maka jangan pernah kau buka gendang..!
Biarlah yang jelata yang selalu membuka gendang telinga…
Jangan pernah kau tanya tentang nyawa di kerajaanku, karena nyawa hanya milik mereka yang kuasa, selaksa nyawa jelata tiada guna…
Tanyakan saja padaku, apa itu perang.
Karena perang adalah agamaku, senjata adalah surat-suratku, dan desing peluru adalah ayatku..
Jangan pernah kau tanya rakyatku apa itu kaya, karena kaya hanya milikku,
Tanyakan saja pada mereka apa itu lapar, apa itu kapar..
Biarlah yang jelata yang menggelepar dalam kapar
Dan bila saat tiba kau mau,
Jangan pernah ragu menjual kerajaanku,
Karena bagi mereka yang tahu, kerajaan ku adalah tempat segala bertumpu
Karena kerajaanku adalah kerajaan batu..
Banda Aceh, 9 April 2006
