Suatu senja…
Suatu senja di Ulee Lheue*
Temaram senja menghampar petang,
sejauh mata pandang, kilau mentari jingga dalam bentang, membuai angan dalam kenang…
Dibelakang untaian keindahan itu,
Sejuta reruntuhan tenggelam dalam keruh, berteriak dalam serak Seakan ingin berkisah
“lima belas purnama yang lalu, kami lah yang paling gagah,
lima belas purnama yang lalu kami hidup dan menghidupi,
lima belas purnama yang lalu, kami lah surga dunia yang mengharubiru cinta fana muda
kamilah dermaga mereka yang membentang layar, mengayuh biduk dan mengail asa,
hingga gelombang awan samudra menghujam…
kuasa Ilahi menjemput kami,
entah marah, entah luka entah cinta, entah…
adzab bagi mereka yang kianat,
peringatan bagi mereka yang alpa
cobaan bagi mereka yang ingat,
surga bagi mereka yang jihad.
Disaat mereka bertutur dengan mesiu,
berucap salam dengan senapan, atas nama umat,
yang semakin lumat
mana taat, mana laknat, tak lagi tersekat…
Kini, belasan purnama terentang kami masih tertidur dalam runtuh,
Meski ribuan orang seberang bergelimang,
Kami masih reruntuhan…
Dimana asa yang pernah terentang?
Ketika tangan mereka terayun,
Kami masih reruntuhan…
Tak lagi ingat teduhnya atap,
tak lagi ingat terangnya benderang, namun genderang masih berperang, seperti kami, masih reruntuhan yang sama,
masa perlahan memalingkan muka mereka, yang semakin ingkar,
kunang kunang dari seberang, berlomba saling memancar, digulita malam kami,
masih reruntuhan yang sama,”
Banda Aceh, Maret 2006 *Ulee Lheue adalah salah satu pelabuhan dan tempat wisata di Banda Aceh, terparah kerusakannya karena tsunami.

Kowe mbiyen salah njupuk jurusan kethok-e..kekekekekekek
Comment by ila — March 23, 2006 @ 7:05 am
sangat menyentuh hati
Comment by yuli — January 25, 2007 @ 4:40 pm